http://www.islamedia.web.id/2011/04/untuk-saudaraku-yang-beralih.html
4/15/2011
03:26:00 PM | Posted by Ghiroh Tsaqofy
Islamedia - Mudah-mudahan
kau tak lupa. Dulu masing-masing kita duduk di lingkarannya. Dengan suguhan
tilawah dan materi panah. Mata kecil kita dibuka oleh satu gelombang indah.
Gelombang yang disatukan oleh ukhuwah dan digerakkan oleh hamasah. Yang
menyeret kita hingga berada dalam lingkaran-lingkaran kecil tarbiyah.
Semoga kau tak melupakan jasa baik gelombang itu. Dia
yang memperkenalkan islam pada kita. Saat jiwa yang tumbuh remaja masih lugu.
Saat jiwa rawan terseret dunia. Lelap dalam pencarian jati diri. Mereka dan
kebaikannya menyelamatkan kita.
Lalu kalau gelombang itu berlabel harokah, maka adalah
wajar bila ia berubah. Ia mengalir mengikuti permukaan zaman. Karena ia bukan
air yang tergenang.
Lalu kalau banyak fitnah – internal dan eksternal, maka
adalah wajar berlakunya sunnatullah. Kau tak menemukan jamaah dakwah yang
selamat dari fitnah. Sejak dahulu, zaman para nabi, hingga sekarang.
Lalu kalau banyak terjadi perbedaan, maka adalah wajar
sekumpulan manusia bertentang faham. Mereka manusia yang bersemangat memikirkan
dakwah, kemudian terkumpul banyak gagasan. Dan itu adalah kekayaan.
Kini saat serbuan kabar dan tuduhan menghajar gelombang
itu, kau memutuskan beralih membawa segenap kekecawaanmu. Sedangkan aku masih
di sini, dalam husnuzhonku. Karena berbagai berita itu tak dapat terkonfirmasi
olehku.
Tapi `alaa kulli haal, kuharap masih ada rasa kasih
sayang antara kita. Semoga ukhuwah yang dulu diperkenalkan oleh gelombang itu,
masih tertanam dalam hati kita.
Saudaraku, kalau kau masih mempercayai akan adanya
orang-orang yang tulus dalam gelombang itu, maka kuminta kau berhenti menyudutkan
ia di muka umum. Kalau kau masih percaya bahwa kejahatan mengintai gelombang
itu, maka kuminta kau berhenti mengumpan anasir-anasir jahat untuk
menghancurkan gelombang itu.
Kalau kritik yang kau berikan, dekatkan mulutmu ke
telinga ku! Karena sedikit kritikmu terdengar oleh anasir-anasir jahat, maka
anasir-anasir itu akan membuat kritikmu menjadi adonan yang diberi soda kue
hingga mengembang dan dibubuhi berbagi bumbu hujatan. Relakah kau mendengar
saudaramu dicaci maki?
Kalau kau masih percaya bahwa masih banyak orang yang
baik dalam gelombang itu, aku minta kau bersedekah dengan diammu. Kenanglah
kebaikan yang pernah diberikan oleh gelombang itu padamu, agar teredam hasrat
untuk mengumbar kekecewaanmu.
Dulu gelombang itu telah berbuat baik padamu. Kini,
berbuat baiklah pada gelombang itu dengan menahan diri dari melampiaskan
kekecewaanmu. Kalau kau mempercayai berita-berita itu, biarlah akhirat
mengungkap semuanya. Biarkanlah orang-orang yang – kau percayai masih - tulus
bekerja. Mereka adalah orang-orang yang tidak terganggu oleh berita dan tuduhan
itu. Mereka orang-orang yang sama sepertiku, tetap dalam husnuzhonnya. Atau
mereka orang yang mengerti betul bahwa kebanyakan berita/tuduhan yang datang
itu tidak valid.
Begitu akhi, sudikah kau memahaminya? (andaleh)
http://www.islamedia.web.id/2011/04/untuk-saudaraku-yang-beralih.html
Senin, 18 April 2011
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar